Menyoal : Peringatan Hari Kartini

 


    Dunia perstoryan WA kemarin tertanggal 21 April 2021 terpantau agak sedikit kompak memasang foto, quotes/ nama perempuan yang sudah di nobatkan sebagai Pahlawan Emansipasi Wanita – hehe hal ini dilangsir langsung dari Akun WA pribadi gue.

    Udah kayak parade festival via medsos aja wes pokoknya, berbagai pertunjukkan di pertontonkan mulai dari pamflet ucapan hari Kartini sampek Pamflet Webinar dan hal hal yang berbau bau  R.A. Kartini –tak jarang juga ada beberapa ciwi ciwi dan abang abang yang memasang foto bak kartini dan kartono masa kini –pokoknya nikmat beut deh beberapa menit geser geser  WA bener bener jadi hiburan tersendiri, ya itung itung ngilangin gabut ambil baca pamflet atu atu ngehe.

    Namun di balik euforia yang gue lihat Via medsos, terbesit dalam hati kecil gue sedikit rasa khawatir – ngehe tapi gue  kagak ngawatirin kuota  gue atau elu habis yak, lagian udah ketebak lu lu  pade pasti pakek kuota Unlimited kan wkwk canda Unlimited. Lanjut ah Serius yak, sebenarnya gue si kagak apa apa kagak nyalahin juga apalagi sampek ngafirin elu elu pade para pembuatan story Hari Kartini , gue malah mau apresiasi setinggi tingginya untuk elu elu pade yang sudah mau ngerayain (baca: memperingati) Hari Kartini.

Tapi disisi lain  gue kawatir elu elu cuman berhenti sampai di pengucapkan saja atau acara seremonial belaka namun lupa terhadap esensi dari hari R.A. Kartini, implementasi gerakan Kartini di masa kini.

Coba lu diinget inget lagi deh...

    Tentang Peta gerakan perubahan Trinil/Kartini mungkin perlu tuh untuk sedikit diulas kembali, mulai dari membuat lembaga pendidikan untuk kaum tertindas, terbelakang, miskin. Membangun networking terhadap pihak asing dan mengedukasi perempuan-perempuan pribumi agar tumbuh menjadi perempuan yang bebas merdeka. Nah Semua itu, patut  tuh untuk kita refleksikan bersama-sama. – Jan Cuman inget inget dan mikirin hubungan lu ama doi melulu, santai aja kali kalau jodoh kagak kemana.

    Gimana masih ingat gak ?, Yaudah kalau kalian lagi mager inget inget begituan nih gue tulisin dikit aja tapi yak kurangnya kalian bisa baca baca sendiri – nah jadi nih, dilangsir dari beberapa catatan sejarah yang gue baca tenyata pada usia 16 tahun Kartini telah mengalami masa pingitan. (masa pingitan bisa di artikan sebagai masa prosesi pengurungan di dalam kamar oleh pihak perempuan sebelum menikah oleh sang mempelai pria. Salah satu adat Jawa yang masih di lestarikan sampai sekarang walaupun caranya sudah mulai berubah) – nah beruntung nih buat  ciwi ciwi  jaman now sekarang udah kagak dipaksa melakukan gitu gituan.

    Lanjut yak – Di dalam  masa pingitan tersebut Kartini menemukan titik jenuh yang luar biasa mau kemana-mana tidak bisa dan tidak di perbolehkan. Saking jenuhnya, Kartini pun sambat sama kangmas nya yaitu Sostrokartono (sostrokartono identik dengan Alif sebagai falsafah hidupnya, yang sampai di maqomnya pun ada rajutan huruf Alif yang di bingkai dan juga syairnya sering di nyanyikan oleh Sujiwo Tedjo. Salah satu cerita dari sang jurukunci ketika saya berziarah kesana, lebih tepatnya di Kudus. Beliau sostrokartono merajut huruf Alif itu bukan 1 sampai 2 jam melainkan ber hari-hari sampai berbulan-bulan. Karena setiap rajutannya mengandung nilai spiritual dan ritual yang sakral.)

Sostrokartono pun merespon Sambatan Kartini dengan memberikan sebuah buku dan berkata

"Tubuhmu mungkin bisa dikurung tapi jangan sampai pikiranmu terperangkap juga di kurungan."

mulai detik itu juga kartini mulai membebaskan pikirannya melalui buku yang di berikan oleh kang masnya tersebut.

    Singkat cerita – pada akhirnya, saben hari di dalam jeruji pingitan, Kartini dengan segala keterbatasannya terus menggali potensi melalui buku buku yang beliau baca dan melalui sahabat pena dari Belanda sampai  beliau tumbuh menjadi wanita yang cerdas yang berjiwa progresif.

    Alhasil karena kegigihannya kartini tersebut, Kartini sampai dapat menghasilkan karya tulis esai/artikel yang mengusung dan bertemakan tentang kebudayaan lokalnya yaitu corak batik wayang kulit. Dan nilai plus nya  essai/artikel itu sampai di sukai oleh orang-orang Belanda dan di jual kepada Belanda – sampai  yang lebih menanjubkannya lagi gara gara artikel/ esai tersebut , ya gara gara Kartini menulis, beliau dapat  menolong dan membantu bangkitnya perekonomian masyarakat.    

    Nah gimana sahabat – jadi begitulah sepenggal sejarahnya, sebenarnya masih banyak pakek banget capaian capain R.A. Kartini yang belum gue tulis di sini, kalau masih kepo boleh tu baca buku Habis Gelap Terbitlah Terang Karya R.A. Kartini atau baca baca di sosmed – santuy stok banyak kok

Pesan –JAS MERAH (baca : JAngan Sekali-sekali  MElupakan SejaRAH )


Penulis    : Arfani

Editor    : Lita

1 Komentar

  1. Bahasanya santuy banget bat jadi enak bacanya... Ditunggu karya berikutnya

    😁😃

    BalasHapus

FAQ

Bat PMII itu apa sih ?

PMII merupakan organisasi gerakan dan kaderisasi yang berlandaskan Islam Ahlussunah Wal Jamaah. Berdiri sejak tanggal 17 April 1960 di Surabaya dan hingga lebih dari setengah abad kini PMII terus eksis untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.

Mengapa harus menjadi anggota PMII bat ?

Karena di PMII kalian akan memperoleh doktrin ke-Islaman sekaligus doktrin keIndonesiaan. Hal ini akan membuat kalian menjadi sosok yang ideal; menjadi pribadi yang Religius sekaligus pribadi yang Nasionalis. Anggota PMII berada pada posisi yang Moderat. Tidak ekstrim kanan juga tidak ekstrim kiri, tapi moderat. Pribadi moderat adalah ideal untuk realitas sosial yang plural.

Kalau gabung di PMII gimana caranya bat ?

Semua mahasiswa/i yang beragama Islam bisa menjadi anggota PMII dengan cara mengikuti MAPABA. MAPABA Merupakan akronim dari Masa Penerimaan Anggota Baru, kaderisasi formal pertama di PMII