Penurunan Pemasukan Kedai Dimasa Pandemi

 



Pitulas Coffee, sebuah kedai kopi yang menyajikan berbagai macam kopi dari rostingan kopi asli lokal khas Kabupaten Batang. Mulai dari kopi robusta, arabica, blend espresso yang nantinya disajikan untuk beberapa menu antara lain espresso, capucino, kopi latte, Vietnam drip dan masih banyak lagi. Kedai Kopi tersebut mengelola biji hasil rousting-an produk lokal, tepatnya di daerah Tersono, Kabupaten Batang. Hal ini dilakukan pemilik kedai tersebut demi menjaga dan mengembangkan potensi lokal yang ada di daerah Tersono dan sekaligus ikut menggaungkan sikap mencintai produk lokal.

Pitulas Coffee ini didirikan pada tanggal 11 November 2020 oleh bu Zumrotul, istri dari kepala desa Jrakahpayung. Kedai ini resmi berdiri saat memasuki masa pandemi namun belum sampai memasuki zona lock down pada daerah tersebut. Sebelum lock down, kondisi kedai Pitulas ini cukup ramai didatangi pengunjung dari mulai kalangan sosialita, remaja, hingga masyarakat biasa.tak jarang juga banyak yang menyewa kedai tersebut untuk melaksanakan kegiatan/event seperti rapat kerja sampai reunian.

 Selain menyajikan kopi, kedai ini juga menyediakan menu minuman, snack maupun food yang bisa di delivery pada waktu itu, membuka katering berbagai snack dan nasi kotak, sesuai dengan permintaan pelanggan. Kedai ini Dibuka dari jam sembilan pagi sampai jam dua belas malam dengan dua shift dalam pelayanannya yang setiap shiftnya dijaga oleh dua orang penjaga. Penjaga kedai tersebut, sebelumnya harus melakukan pelatihan dalam penyajian berbagai menu, dari cara penyeduhan berbagai macam kopi sampai pembuatan makanan dan snack. Dengan berbagai variasi tawaran pemasaran produk yang di jalankan dalam Kedai tersebut, tentunya sudah dapat dipastikan bahwa hal tersebut  memberikan keuntungan yang lumayan bagus bagi pebisnis seperti bu Zumrotul. 

Namun tak disangka saat bisnis bu Zumrotul mulai merangkak dan sedang melewati fase rame ramenya, ternyata kondisi bertambah semrawut tak karuan akibat  penyebaran Covid-19 yang semakin parah, yang akhirnya mau tidak mau dan suka tidak suka kedai pun diberhentikan sejenak oleh pihak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), kurang lebihnya selama satu atau dua minggu. Dengan pertimbangan, bahwa beliau juga merupakan figure utama di desa tersebut sehingga mau tidak mau kedai ditutup sementara.

Ketika waktu PPKM tersebut usai namun covid belum selesai, terjadilah perpanjangan waktu penutupan kedai. Sebelum adanya penutupan PPKM, dari pihak polisi sering mampir ketika ada event rame dikedai. Namun hanya sekedar mengecek dan mengamankan keadaan agar mematuhi protocol kesehatan.

Usainya PPKM tersebut, kedai yang tadinya buka dua kali shift, sekarang hanya satu shift yaitu waktu sore sampai jam dua belas malam dengan satu orang yang menjaganya. Namun selang beberapa waktu, terjadi musibah yang menimpa penjaga tersebut yang akhirnya kedai tutup kembali. Ketika ingin dikelola oleh keluarga bu Zum sendiri, namun terjadi musibah kembali pada keluarganya sehingga kedai tersebut tutup lagi.Sekarang sudah dibuka kembali kedai tetsebut, namun situasinya tidak seramai dahulu sebelum adanya PPKM. Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa, penurunan pengahasilan yang sangat drastis ini cukup memberikan ujian kesabaran bagi pebisnis atau pemilik kedai tersebut. Namun dengan keteguhan dan kegigihan bu Zum, kedai tersebut tetap buka walaupun jarang pengunjung.


Semua bisnis adakalanya diujung tombak penurunan dan keberhasilan, seperti yang dialami kedai Pitulas ini. sebelum adanya ada PPKM, kedai tersebut ramai namun setelah adanya PPKM yang disebabkan oleh lockdown atau Covid ini memberikan grafik penurunan dalam penghasilan cukup memberikan ketabahan bagi pemiliknya.

Dari penurunan yang terjadi, dibutuhkan strategi untuk menambah daya tarik pembeli terhadap kedai. Ide-ide selalu bermunculan oleh bu Zum, dengan merencanakan akan membuat event yang unik.Namun semua itu hanya sebuah bayangan ketika keadaan masih dalam polemik pandemik seperti sekarang. Ditambah, bahwasannya beliau merupakan seorang figure utama di daerah tersebut sehingga ketika akan membuat rencana sesuatu yang sekiranya membuat suasana berkerumun akan mendapatka teguran dari pemerintah daerah setempat. Sehingga mau tidak mau harus bersabar sampai masa pandemi ini usai.


Ririn Novita Sari

Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

PMII Ki Ageng Ganjur IAIN Pekalongan


0 Komentar

FAQ

Bat PMII itu apa sih ?

PMII merupakan organisasi gerakan dan kaderisasi yang berlandaskan Islam Ahlussunah Wal Jamaah. Berdiri sejak tanggal 17 April 1960 di Surabaya dan hingga lebih dari setengah abad kini PMII terus eksis untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.

Mengapa harus menjadi anggota PMII bat ?

Karena di PMII kalian akan memperoleh doktrin ke-Islaman sekaligus doktrin keIndonesiaan. Hal ini akan membuat kalian menjadi sosok yang ideal; menjadi pribadi yang Religius sekaligus pribadi yang Nasionalis. Anggota PMII berada pada posisi yang Moderat. Tidak ekstrim kanan juga tidak ekstrim kiri, tapi moderat. Pribadi moderat adalah ideal untuk realitas sosial yang plural.

Kalau gabung di PMII gimana caranya bat ?

Semua mahasiswa/i yang beragama Islam bisa menjadi anggota PMII dengan cara mengikuti MAPABA. MAPABA Merupakan akronim dari Masa Penerimaan Anggota Baru, kaderisasi formal pertama di PMII