Terduduk diam sudut ruang kumuh

Beralas selembar kardus pungutan

Suara gemuruh menemani malamnya

Menatap langit yang masih terhias indah

Oleh sekelebat warna warni yang pecahkan sekilas malam

Mendongkakkan kepalanya dan tersenyum menahan sebutir mutiara diujung mata

 

Kawan kecilku,

Getir hidup kau tapaki sendiri

Dengan sebuah impian yang kerap ganggu lelapmu

Bersama satu persatu logam rupiah itu

Ditemani sebongkah pengenyang digelapnya malam

 

Kawan kecilku,

Langit kembali indah

Menemanimu disekilas malam

Bersama hembusan angin yang menusuk kalbu

Membuat tubuh mungilmu menggigil tiada henti

Seperti impianmu mengejar gemuruh warna warni itu

 


AF

Pemalang, 28 Januari 2016

(Penulis Terpilih dalam Lomba Cipta Puisi “Kembang Api” Ellunar Publisher)