Darimu, saya tahu

 


 


Menegur sapa adalah kewajiban. Kata sebagian orang hal ini bisa jadi awal perdebatan. bagaimana tidak?

"Hai gin, bagaimana kabarmu?"

"Baik ai, bagaimana aktivitasmu?"

"Satu sisi melelahkan satu sisi menyenangkan"

"Tumben sendirian, Ara kemana ? Lama tiada kabar?"

"Ku harap, baik untuknya. Sebab, terakhir ku dengar ada kabar burung darinya. Dari orang lain sih".

Jika dilanjutkan perbincangan bisa jadi ini adalah awal. Awal dalam hal apa kemungkinan besar ada spekulasi tersendiri. Bisa jadi buruk bisa jadi baik, bergantung pada penyikapan masing-masing individu.

Nampak kecil, bahkan sepele. Hanya ada ingatkan yang perlu dihindari untuk diperbaiki menjadi habit yang lebih baik. Ingat, ini bukan persoalan menilai secara buta. Melainkan mengingat dengan seksama, bahwa kesalingan akan memiliki banyak makna.

"Saat Membicarakan Orang lain Anda boleh saja menambahkan bumbu, tetapi pastikan bumbu yang baik" (R.A.KARTINI)

Dari kalimat ini, ada ingatan yang bisa jadi rambu lalu lintas hidup bersama dalam berbincang menegur sapa. Lidah memang tidak bertulang, tentu lunak secara kasap mata. Tajam dalam menghabisi santapannya, jika kontrol tiada dilakukannya.

Dan nyata adanya.

Persoalan memasak sayur jadi contoh analisis, misalnya Bahan keras akan di masak lebih dulu dibanding bahan yang lebih lunak didalam air mendidih. Bukan lain tujuannya menghindari masakan yang matang tidak sesuai porsi, sehingga berakhir pada persoalan membuang makanan tanpa arti. Perdebatan akan berlanjut apabila yang di masak overcook. Ini tanda bahwa makanan tersebut tidak layak konsumsi secara kandungan gizi.

Jadi, pada intinya kontrol lebih baik ada saat awal perencanaan sampai akhir pelaporan. Agar apa yang di awali dengan baik akan berakhir dengan baik pula. Kuncinya asal peduli saja.

Dapat dilihat dengan seksama, bahwa cinta besar dipersiapkan beliau pahlawan Emansipasi perempuan. Mendidik dan mengarahkan perempuan tertata serta setara gencar bermakna.

Melalui keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 108 tahun 1964 R.A.Kartini ditetapkan sebagai pahlawan kemerdekaan Nasional.

SELAMAT HARI KARTINI


Penulis: AY

Editor : Lita

0 Komentar

FAQ

Bat PMII itu apa sih ?

PMII merupakan organisasi gerakan dan kaderisasi yang berlandaskan Islam Ahlussunah Wal Jamaah. Berdiri sejak tanggal 17 April 1960 di Surabaya dan hingga lebih dari setengah abad kini PMII terus eksis untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.

Mengapa harus menjadi anggota PMII bat ?

Karena di PMII kalian akan memperoleh doktrin ke-Islaman sekaligus doktrin keIndonesiaan. Hal ini akan membuat kalian menjadi sosok yang ideal; menjadi pribadi yang Religius sekaligus pribadi yang Nasionalis. Anggota PMII berada pada posisi yang Moderat. Tidak ekstrim kanan juga tidak ekstrim kiri, tapi moderat. Pribadi moderat adalah ideal untuk realitas sosial yang plural.

Kalau gabung di PMII gimana caranya bat ?

Semua mahasiswa/i yang beragama Islam bisa menjadi anggota PMII dengan cara mengikuti MAPABA. MAPABA Merupakan akronim dari Masa Penerimaan Anggota Baru, kaderisasi formal pertama di PMII